- Mengapa dalam pengembangan KM Life Cycle diawali dengan akuisisi infrastruktur (Berikan alasan yang logis ) ?
Infrastruktur merupakan element penting yang akan menentukan sukses dan gagalnya sebuah KM, dukungan infrastruktur disini adalah teknologi informasi dan komunikasi.
Infrastruktur berkaitan dengan knowledge yang dapat digunakan untuk menciptakan produk atau proses dan layanan baru guna meningkatkan competitive advantage dan memenuhi kebutuhan yang selalu berubah.
Dalam format ideal, Infrastruktur memiliki kapasitas meningkatkan kinerja, menyelesaikan persoalan, menambah value, serta menciptakan competitive advantage bagi organisasi. - Perbedaan dalam pengembangan menggunakan konvensional SDLC dan KM System life cycle adalah User know the problem but not the solution; Expert know both the problem and the solution. Mengapa demikian ?
Karena pada SDLC Conventional user hanya diajarkan untuk mengidentifikasi/mengetahui masalah yang ada tanpa diberitahu bagaimana cara untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah.
Sedangkan pada Knowledge management user tidak hanya diajarkan untuk mengidentifikasi/mengetahui masalah saja namun juga diajarkan untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah sehingga user tadi menjadi seorang yang expert atau ahli. - System testing normally at the end of conventional system life cycle, KM system testing evolves from beginning of the cycle. Jelaskan apa maksudnya ?
Maksudnya adalah pada system life cycle yang conventional system testing baru dilakukan pada akhir proses atau lebih cenderung untuk mengecek output/hasil dari proses yang sudah berjalan, sehingga bila output/hasil salah maka proses diulang lagi dari awal.
Sedangkan KM life cycle system testing dilakukan dari awal proses, sehingga ketika proses menemui problem atau masalah hal itu dapat langsung dipecahkan atau diselesaikan sehingga proses dapat langsung melanjutkan kerjanya tanpa harus memulai lagi dari awal dan output yang keluar pun dapat dipastikan sesuai dengan yang diinginkan. Dan jika dilihat dari segi waktu KM cenderung lebih efisien jika dibandingkan dengan SDLC Conventional.
Nama : Ardean Heryudhanto
NIM : 205140050
